Senin, 03 Juni 2013

FOR you

Awal aku menginjakkan kakiku di PONDOK PESANTERN KRAPYAK ALIMAKSUM YOGYAKARTA aku bertemu denga seorang anka yang masih seusiaku, kurasa diakan menjadi teman sekamarku nanti. Aku bertemu denganya saat aku sedang pengambilan kunci lemari, aku melihatnya dengan teman satu asal daerahnya. Dalam hati aku berkata "kursa kaulah orang yang tepat menjadi sahabatku nanti :)"

1 bulan kemudian aku mulai resmi tinggaldi pondok itu. Aku berkenalan padanya, nama dia Ajeng Ayu Suryani, sifatnya yang dingin selalu tidak jelas tapi kurasa itu yang membuatku selalu rindu padanya.
Aku mencoba mendekatinya tapi kurasa ada yang tak suka jika aku dekat dengannya, teman masa kecilnya selalu tidak suka jika ada seseorang yang mencoba mendekatinya, anak itu bernama Yasinta Eka Saputri. Aku baru menyadarinya dia adalah teman lama Ayu bahkan sejak ibu mereka masih kuliah mereka sudah ditakdirkan untuk bersama bagaimana tidak orang tua mereka saja sudah bersahabat lama, dalam hati kecilku bereriak "bisakah aku memilikimu"
BAgaimana aku tidak takut disaat aku mendekati ayu sinta selalu menatapku dengan sinis. Dengan hati terluka lambat laun aku mencoba melupakannya meskipun sulit,dan disaat aku membutuhkan seorang teman aku melihat Nadia Sopya Fitri Dahlia aku mencoba mendekatinya karena mungkin dia juga sama denganku tidak memiliki teman.

Setelah kulewati hari hraiku bersama Nadia, entah mengapa hatiku masih terasa sakit jika aku melihat ayu bersama temanku yang lain. Ingin rasa hatiku berteriak dan marah kepada mereka.
Nadia dan ayu pun sempat dekat bahkan hingga aku dilupakan. EMtah mengapa aku juga merasa marah pada Nadia dan Ayu "kenapa Nadia malah bisa dekat denkat denganmu sedangkan aku tidak bisa?" ku akui aku masih menyayangi Ayu tanpa ada satu orangpun yang tahu, bahkan Ayu sendiri juga tak mengetahuinya.

Semakin dekat hubungan antara Nadia dan Ayu aku semakin marah dan kesal hingga akhirnya aku meneteskan air mata saat di sekolah, mereka semua bertanya tanya "kenapa kau menagis?"
aku hanya diam tak menjawab, ada sedikit penyesalan diwajah mereka berdua. kurasa mereka tau apa penyebab aku menangis, aku hanya sendiri merenung tak berbicara. biarkan mereka berkata apa aku hanya bisa mendengar dan memperbaiki dalam hati saja.

setelah merka mengerti akhirnya mereka mndekatiku dan meminta maaf padaku. hatiku mulai lega.

beberapa bulan kemudian 

Hubungan pertemanan kita mulai membaik tapi tak seindah dulu. Setelah berkumpul kembali kita menedangar kabar bahwa anak kamar 3 saudah akan ada yang dipindah, dan yang dipindah adalah Sinta Hastuti dan Dewi. Dalam hati ada sedikitpenyesalan "kenapa Nadia ngga sekalian dipindah?" meskipun aku menebarkan senyum panya namun dalam hati ini tak secerah di wajahku.

Tak berapa lama kemudan ada anak dari kamar 2 saudah yang kurasa mempunyai masalah dan dia lari kekamar kami, awalnya aku dan teman temanku menerima kedatangannya dengan baik aku mencoba mendekatinya karena setiap hari dia hanya menangis ikamarku nama dia Bella Udina Sagita. Kurasa ada seseorang yang tak suka melihat aku dekat dengan Bella, yah kurasa Nadia tak suka melihatku bersama Bella, hingga akhirnya disaat dia sendiri di depan Azizah mendatanginya dan kurasa Azizah memberrinya semangat agar dia tak merenung sendiri.

"Zah kayanya aku sudah ngga dianggep lagi dikamar"
"Eh kamu ngga boleh gitu mungkin mereka cuma mau nyemangatin Bella biar ngga nangis setiap hari."
"Yah tapi aku ngerasa sekarang merka udah ngga perhatian lagi sama aku apalagi Dilla, dia sekarang bener bener berubah"
"sabar yah Nad"

Lama lama lama kita sekamar mulai merasa kalo Nadia itu menjauh dari kita di sudah ngga pernah lagi kekamar. aku tanya sama Nadia.

" Nad kamu kenapa sih kok sekarang kamu ngga pernah dikamar?"
"Enggak papa kok cuma pingin main diluar aja :)"
"Oh ya udah ayo masuk lagi "
"Iya nanti aja ah"

Pas aku masuk kamar aku ngerasa ngga enak sendiri sama Nadia, setelah aku pikir pikir, kenapa aku selalu sakit hati yah kalo liat Bella tuh berdua sama Ajeng :(  rasanya aku mau jambak rambutnya Bella, disitu aku mulai menangis entah kenapa aku sendiri juga ngga betah dikamar, daripada akau dikamar sakit ati </3 Liat Bellla sama Ajeng, mending aku turun ke musholla, sejak saat itu aku ngga pernah dikamar, kalo kalian pengen tau rasanya pas keadaan itutuh yah, rasanya Panas, sumuk, gerah,pokoknya super ergggggghhhhhh
aku terus turun kemusholla abis sholat subuh pun aku tidur disana dulu. Menurut kalian aku ngga mau keatas itu karna apa?
Karena aku males liat muka Bella, dan ketemu sama dia apa lagi kalo liat dia itu coba cari perhatiannya Ajeng, :/ paling males kalian mau tau apa rasanya hatiku? kaya gini nih </3 remuk hancur patahhhh...


Mau tau lanjutan kisahnya tunggu Post selanjutnyaaa, Liat perasaan ku selajutnya yang  </3 karena liat Ajeng sama anak lain






to be continued'





0 komentar:

Posting Komentar